Calistung untuk Anak TK, Yes or No?

Baca Tulis dan Hitung (Calistung) belakangan ini menjadi perdebatan. Tidak jarang bahasan calistung menjadi mom war yang bikin netijen pening. Sebenarnya calistung untuk anak TK itu penting atau enggak sih? Perlu enggak membekali calistung untuk anak-anak yang rentang usianya 3-6 tahun?

Alih-alih ikut pusaran mom war, kita musti bijak menyelidiki kenapa ada pro dan kontra dalam pembelajaran calistung untuk kemudian memutuskan treatment terbaik untuk Ananda. Ingat, Ayah, Bunda, setiap anak itu unik dan tidak bisa disamaratakan.

Pro dan Kontra Calistung untuk anak TK

Kontra calistung untuk anak TK bersumber dari drill terus menerus kepada anak usia bermain sehingga mereka kehilangan masa-masa bermain. Tidak jarang, orang tua memaksa anak untuk ikut les calistung dan tidak segan memarahi ketika anak tidak kunjung bisa membaca. Anak terlihat tertekan dan tidak sedikit ada yang mengalami depresi hingga membutuhkan bantuan psikolog.

Kontra calistung rata-rata dilandasi alasan kondisi psikologi anak yang belum siap.

Sementara, pihak yang pro calistung dilatarbelakangi dengan kebutuhan calistung untuk anak SD/MI yang sudah mulai membutuhkan calistung yang lancar. Pihak yang pro calistung rata-rata didominasi oleh ibu-ibu yang berusaha mengenalkan calistung tanpa mengabaikan esensi anak usia bermain yang membutuhkan cara belajar yang asik.

Mungkin Enggak sih Belajar Calistung dengan Asik?

Mungkin enggak sih kita belajar calistung dengan asik tanpa mengabaikan usia bermain pada anak usia 3-7 tahun?

MUNGKIN BANGET.

Ada banyak cara dan media calistung yang bertebaran, tinggal bagaimana kita menyeleksi media dan cara seperti apa yang pas untuk anak kita. Ayah dan Bunda, setiap anak sangat unik. Anak A mungkin cocok dengan metode montessori, namun anak B belum tentu cocok dengan metode tersebut.

Hadia.id menyediakan printable pra calistung yang bisa Ayah Bunda download dengan gratis. Hanya saja Ayah dan Bunda harus memperhatikan metode apa yang akan dipakai dan urutan printable yang harus diberikan kepada anak. Kita tidak bisa mengajarkan dengan cara lompat-lompat. Harus berurutan sesuai dengan tingkat kesulitannya.